RSS

EVALUASI EFISIENSI DOSEN 10 PERGURUAN TINGGI DI KOTA PADANG ( Dalam DEA-Solver BCC-O) Suripto[1]

31 Mar

College own the role in improving quality SDM. Dosen own the role in determining college performance. How storey;level of efficiency dosen college. This study use the DEA-SOLVER BCC-O to know the efficiency storey;level 10 college in Padang City. Result DEA presented cover the Statistics on Input / output Data, Frequency In Reference Set the, Returns To Scale and Projection. While result evaluate DEA are six efficient university and four inefficient university. Kata kunci : Efisiensi, DEA, Pendidikan, Evaluasi, Perguruan Tinggi Pendahuluan Perguruan Tinggi merupakan sarana pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dari kaca mata tersebut, peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat penting. Sehingga kualitas perguruan tinggi menjadi tolak ukur terhadap kualitas lulusannya. Salah satu pilar  utama mewujudkan kualitas perguruan tinggi adalah dosen profesional. Hal ini disebabkan dosen merupakan unsur  yang sangat berperan dalam proses pembelajaran. Selain kualitas dosen, jumlah dosen yang proposional juga merupakan hal yang penting dalam kinerja perguruan tinggi. Dimana,  kualitas dan kuantitas dosen yang proposional merupakan faktor kinerja perguruan tinggi yang optimal. Kurangnya jumlah dosen dari kebutuhan menyebabkan kurangnya kualitas dalam pembelajaran. Kelebihan jumlah dosen menjadi faktor pemborosan dalam manajemen universitas. Olah karena itu, jumlah dosen yang proposional sesuai dengan kebutuhan menjadi hal yang sangat peting untuk diperhitungkan. Kota Padang sebagai kota pelajar di Provinsi Sumatera Barat banyak memiliki perguruan tinggi. Perguruan tinggi tersebut meliputi 9 universitas, 1 institut, 16 sekolah tinggi, 2 politeknik, dan 19 akademi. Perguruan tinggi di kota padang  sebagai berikut :

  1. 9 Universitas di Kota Padang  meliputi :
  • Universitas Andalas
  • Universitas Negeri Padang
  • Universitas Baiturrahmah
  • Universitas Bung Hatta
  • Universitas Ekasakti
  • Universitas Muhammadiyah Sumbar
  • Universitas Putra Indonesia YPTK
  • Universitas Tamansiswa
  • Universitas Terbuka
  1. 1 Institut di Kota Padang  yakni :
  • Institut Teknologi Padang
  1. Sekolah Tinggi di Kota Padang  meliputi :
  • Sekolah Tinggi Bahasa Asing Prayoga
  • Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Adabiah
  • Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LPPN
  • Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Perintis
  • Sekolah Tinggi Ilmu Hukum YPKMI
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Alifah (Alifah School of Medical)
  • Sekolah Tinggi Teknik Industri Padang
  • STIE Dharma Andalas
  • STIE Keuangan Perbankan dan Pembangunan Padang
  • STIE Perbankan Indonesia
  • STIE Perdagangan
  • STISIP Imam Bonjol
  • STISIP Padang
  • STKIP PGRI Sumbar
  • STMIK Indonesia
  • STMIK Jaya Nusa
  1. Politeknik di Kota Padang  meliputi :
  • Politeknik Negeri Padang
  • Politeknik Tri Dharma
  1. Akademi di Kota Padang  meliputi :
  • Akademi Akuntansi Indonesia
  • Akademi Bahasa Asing Alaska
  • Akademi Farmasi Ranah Minang
  • Akademi Gizi Perintis
  • Akademi Hiperkes dan Keselamatan Kerja
  • Akademi Ilmu Komunikasi Padang
  • Akademi Kebidanan Alifah
  • Akademi Kebidanan Dharma Landbouw
  • Akademi Kebidanan Lenggogeni
  • Akademi Kebidanan Mercu Bakti Jaya
  • Akademi Keperawatan Baiturrahmah
  • Akademi Keuangan dan Perbankan Padang
  • Akademi Koperasi Sumbar
  • Akademi Maritim Sapta Samudra
  • Akademi Pariwisata Bunda
  • Akademi Perpajakan YPKM
  • Akademi Sekretari dan Manajemen Indonesia Padang
  • AMIK Jaya Nusa
  • Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Iris

Sehingga tidak berlebihan jika  Kota Padang menjadi salah satu daerah pilihan tujuan kuliah di Sumatera Barat. Dengan banyakya perguruan tinggi di Kota Padang, tentunya akan menarik untuk melihat bagaimana tingkat efisien dosen di perguruan tinggi ?. Namun demikian, tulisan ini akan menyajikan evaluasi terhadap efisiensi dosen pada universitas dan institute. Hal ini untuk lebih memfokuskan pembahasan yang lebih detail dan aplikatif.  Sehingga akan menjadi sumbangsih dalam membangun institusi yang efisien dan berkualitas. Literatur dan Metode Analisis Evaluasi merupakan  proses sistematis dalam penilaian dan mengenal masalah dalam suatu proses manajemen.  Sehingga pelaksanaan evaluasi hasil akhirnya yakni pencapaian alternative pemecahan solusi permasahannya.  Dengan demikian ada dua langkah dalam evaluasi  yakni mengukur dan menilai dalam rangka pengambilan keputusan. Terkait dengan kajian ini, evaluasi yang dilakukan adalah untuk melihat tingkat efisiensi dosen di 10 universitas di Kota Padang. Hal ini diperlukan dalam rangka meningkatkan efisiensi universitas di Kota Padang yang belum efisien. Dalam melakukan evaluasi digunakan alat Data Envelopment Analysis (DEA). Beberapa alasan penulis menggunakan DEA yakni sebagai berikut :

  • Dapat digunakan untuk penyelesaian masalah yang memiliki banyak input dan banyak output.
  • Tidak memerlukan asumsi adanya hubungan fungsional antara input dan output.
  • Input dan output dapat memiliki satuan yang sangat berbeda.
  • Organisasi atau decision making unit (DMU) yang diukur dapat langsung dibandingkan dengan DMU atau sejumlah DMU lainnya.
  • Hasil DEA mampu memberikan benchmark (reference set) untuk peningkatan kinerja,  menentukan aspek yang paling efisien dalam organisasi, menunjukan aspek yang harus dikurangi maupun ditambah dan berapa skala optimum atau yang dihemat.

Selanjuntya yang digunakan yakni  model DEA-Solver BCC-O. Pemilihan model ini didasarkan atas hasil analisisnya lebih menitik beratkan pada peningkatan output dan efisiensi input.  Sehingga  saran rekomendasi akan yang lebih aplikatif dalam peningkatan efisiensi di universitas di Kota Padang. Dalam  menggunakan DEA tersebut  dibutuhkan indikator input dan indikator output. indikator input yang digunakan meliputi jumlah dosen dan jumlah mahasiswa. Sedangkan Indikator output yakni jumlah kelulusan mahasiswa.  Alasan pemilihan indikator tersebut karena ketiganya akan dapat memberikan gambaran terhadap kualitas dan efisiensi dosen di universitas kota padang. Selanjuntya Data input dan output universitas yang akan dianalisis adalah  tahun 2006 dan 2007 seperti pada tabel 1. Tabel 1 Data Input dan Output Universitas tahun 2006 dan 2007

Universitas Tahun 2006 Tahun 2007
Input Output Input Output
Mahasiswa Dosen Lulusan MahaSiswa Dosen Lulusan
Universitas Andalas 22134 1966 5153 24,317 1,959 5,882
UNP Padang 24658 978 4214 27,997 949 5,912
IAIN Imam Bonjol 5072 319 650 5,660 483 1,304
Universitas Bung Hatta 6967 661 1796 6,059 268 789
Universitas Ekasakti 1411 197 258 1,311 131 228
Universitas Muhammadiyah 1935 283 87 909 5 119
Universitas Taman Siswa 1018 111 168 892 100 104
Universitas Putra Indonesia YPTK 8434 333 215 7,765 202 739
Universitas  Baiturohman 1838 251 332 1,729 160 398
Universitas Terbuka 10573 404 573 13,426 9 1,334

Sumber : Padang Dalam Angka 2006 dan 2007 Dari tabel 1 tersebut diatas, hasil yang diharapkan yakni perbandingan efisiensi antara tahun 2006 dan  2007 pada setiap universitas. Selain itu juga, melihat ranking efisiensi pada setiap universitas yang menjadi DMU Analisis. Analisisis Analisis dengan menggunakan DEA-Solver BCC-O akan memberikan menghasilkan Statistics on Input/Output Data, Correlation indicator, Frequency in Reference Set, Returns to Scale (Score, Rank, 1/Score), Projection dan  WeightedData, Slack dan RTS. Berdasarkan hasil perhitungan maka statistic, skor, peringkat dan proyeksi serta rekomedasi menjadi yang akan fokus dalam analisis untuk peningkatan efisiensi universitas. Statistics on Input/Output Data Hasil perhitungan Statistics on Input/Output Data universitas kota padang tahun 2006 dan 2007 dengan menggunakan DEA-Solver LV3.0/ BCC(BCC-O) seperti pada tabel 2. Tabel 2 Statistics on Input/Output Data Tahun 2006 dan 2007

Tahun 2006 Tahun 2007
Mahasiswa Dosen Lulusan Mahasiswa Dosen Lulusan
Max 24658 1966 5153 27997 1959 5912
Min 1018 111 87 892 5 104
Average 8404 550.3 1344.6 9006.5 426.6 1680.9
SD 8117.84 529.18 1745.48 9378.74 575.95 2148.94

Sumber : Hasil olah DEA Dari tabel 2 diatas, jumlah mahasiswa tahun 2006 maksimum 24.658 mahasiswa yakni di UNP Padang.  Jumlah mahasiswa pada tahun 2007 maksimum 27.997 mahasiswa juga di UNP Padang. Dengan demikian, UNP Padang menjadi universitas di kota padang yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak. Selain terbanyak, UNP Padang juga mengalami peningkatan jumlah mahasiswa dari tahun 2006 ke tahun 2007 sebanyak 3339 mahasiswa. Sedangkan mahasiswa tahun 2006 minimal 1.018 mahasiswa yakni di Universitas Taman Siswa. Jumlah mahasiswa 2007 paling sedikit 892 mahasiswa juga di Universitas Taman Siswa. Dengan demikian, Universitas Taman Siswa memiliki jumlah mahasiswa paling sedikit selama dua tahun, selain memiliki jumlah paling sedikit, Universitas Taman Siswa juga mengalami penurunan jumlah mahasiswa sebanyak 126 mahasiswa dari tahun 2006 ke tahun 2007. Sedangkan jumlah rata-rata mahasiswa tahun 2006 sebanyak 8404 mahasiswa dan tahun 2007 sebanyak 9006 mahaiswa. Dengan demikian secara keseluruhan dari tahun 2006 ke 2007 terdapat peningkatan mahasiswa di kota padang sebesar 7,2 %. Dosen paling banyak tahun 2006 yakni 1966 orang di Universitas Andalas dan tahun 2007 paling banyak 1959 juga di Universitas Andalas. Dengan demikian Universitas Andalas memiliki jumlah dosen terbanyak di kota padang selama dua tahun. Walaupun memiliki jumlah dosen terbanyak secara kuantitas mengalami penurunan sebanyak tujuh dosen. Jumlah dosen tahun 2006 paling sedikit 111 dosen di Universitas Taman Siswa dan tahun 2007 paling sedikit 5 dosen yakni di Universitas Muhammadiyah. Sedangkan secara keseluruhan jumlah dosen rata-rata mengalami kenaikan sebanyak 9 % yakni dari 529 dosen tahun 2006 menjadi 576 dosen pada tahun 2007. Jumlah lulusan mahasiswa tahun 2006 paling banyak 5153 mahasiswa yakni Universitas Andalas dan tahun 2007 paling banyak  5912  mahasiswa UNP Padang. Jumlah lulusan tahun 2006 paling sedikit 87 mahasiswa  yakni Universitas Muhammadiyah dan tahun 2007 paling sedikit 104 mahaiswa yakni Universitas Taman Siswa. Secara keseluruhan jumlah kelulusan rata-rata tahun 2006 sebanyak 1745 mahasiswa dan tahun 2007 sebanyak 2149 mahasiswa. Sehingga dengan demikian tingkat kelulusan mahasiswa di Kota Padang secara rata-rata mengalami peningkatan sebesar 23%. Correlation Korelasi setiap indikator menunjukan tingkat keeratan hubungan antara indikator yang satu dengan  lainnya. Sehingga tingkat korelasi akan menentukan tingkat signifikansinya dalam analisa selantnya. Hasil  Korelasi  Indikator  Mahasiswa,  Dosen  dan Kelulusan seperti pada tabel 3. Tabel 3 Korelasi Indikator Mahasiswa, Dosen dan Kelulusan

Mahasiswa Dosen Lulusan
Mahasiswa 1 0.784449 0.963357
Dosen 0.784449 1 0.894391
Lulusan 0.963357 0.894391 1

Sumber : Hasil olah DEA Score, Rank  Universitas Hasil perhitungan Score dan Rank Universitas di Kota Padang pada tahun 2006 dan 2007 dengan menggunakan DEA-Solver Pro5.0/ BCC(BCC-O) seperti pada tabel 4. Tabel 4 Score and Rank Universitas Tahun 2006 dan 2007

No. DMU 2006 2007
Score Rank 1/Score Score Rank 1/Score
1 Universitas Andalas 1 1 1 1 1 1
2 UNP Padang 1 1 1 1 1 1
3 IAIN Imam Bonjol 0.67 7 1.49 0.96 7 1.04
4 Universitas Bung Hatta 1 1 1 0.61 9 1.634
5 Universitas Ekasakti 0.93 5 1.07 0.89 8 1.124
6 Universitas Muhammadiyah 0.21 9 4.82 1 1 1
7 Universitas Taman Siswa 1 1 1 1 1 1
8 Universitas Putra Indonesia YPTK 0.18 10 5.60 0.51 10 1.954
9 Universitas  Baiturohman 0.84 6 1.18 1 1 1
10 Universitas Terbuka 0.37 8 2.68 1 1 1

Sumber : Hasil olah DEA Dari tabel 4 diatas dapat terlihat bahwa DMU yang efisien (score 1) tahun 2006 sebanyak 4 universitas dan tahun 2007 sebanyak 6 universitas. Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa terdapat satu universitas yang menurun menjadi  tidak efisien (Universitas Bung Hatta) dan tiga universitas meningkat menjadi efisien (Universitas Muhammadiyah, Universitas  Baiturohman dan Universitas Terbuka). Score dan Ranking Universitas yang mengalami peningkatan efisiensi pada tahun 2006 dan 2007 sebagai berikut :

  • Ranking 5 tahun 2006 ditempati Universitas Ekasakti dengan score 0,93 dan pada tahun 2007 turun menjadi rangking 8 dengan score 0,89. Hal ini juga dapat diartikan terdapat penurunan efisiensi sebesar 4 % pada tahun 2007.
  • Ranking 6 tahun 2006 ditempati Universitas  Baiturohman dengan score 0,84 dan pada tahun 2007 naik menjadi reking 1 (katagori efisien). Dengan demikian terdapat peningkatan efisiensi sebesar 16 persen pada tahun 2007.
  • Ranking 7 tahun 2006 ditempati IAIN Imam Bonjol dengan score 0,67 dan pada tahun 2007 tetap pada ranking 7 tetapi dengan score 0,94. Walaupun tetap pada ranking 7, tetapi terdapat peningkatan efisiensi sebesar 27% pada tahun 2007.
  • Ranking 8 tahun 2006 ditempati Universitas  Terbuka dengan score 0,37 dan pada tahun 2007 naik menjadi reking 1 (katagori efisien). Dengan demikian terdapat peningkatan efisiensi sebesar 63 persen pada tahun 2007.
  • Ranking 9 tahun 2006 ditempati Universitas  Muhammadiyah dengan score 0,21 dan pada tahun 2007 naik menjadi reking 1 (katagori efisien). Dengan demikian terdapat peningkatan efisiensi sebesar 79 persen pada tahun 2007.
  • Ranking 10 tahun 2006 ditempati Universitas Putra Indonesia YPTK dengan score 0,18 dan pada tahun 2007 tetap pada ranking 10 tetapi dengan score 0,51. Walaupun tetap pada ranking 10, tetapi terdapat peningkatan efisiensi sebesar 33% pada tahun 2007.
  • Sedangkan yang mengalami penurunan efisiensi yakni Universitas Bung Hatta yang pada tahun 2006 masuk dalam katagori universitas efisien turun menjadi rangking 9 dengan score 0,61. Artinya terdapat penurunan efisien sebesar 39% pada tahun 2007.

Selanjutnya  Score Universitas Tahun 2006 dan 2007 dapat diliat seperti pada grafik 1. Grafik 1 Score Universitas Tahun 2006 dan 2007 Dari grafik 1 tersebut diatas terlihat bahwa pada umumnya terjadi peningkatan efisiensi di 9 universitas dan satu universitas mengalami penurunan efisiensi di Kota Padang Reference set Universitas Referensi atau rekomendasi hasil DEA merupakan universitas yang disarankan untuk melakukan perbaikan efisiensi. DMU / universitas yang belum efisien dan saran referensinya seperti pada tabel 5. Tabel 5 Reference set Universitas tahun 2007

No. DMU Reference set (lambda)
1 IAIN Imam Bonjol
  • Universitas Andalas
  • Universitas Baiturohman
2 Universitas Bung Hatta
  • UNP Padang
  • Universitas Muhammadiyah
  • Universitas Baiturohman
2 Universitas Ekasakti
  • Universitas Muhammadiyah
  • Universitas Baiturohman
4 Universitas Putra Indonesia YPTK
  • UNP Padang
  • Universitas Muhammadiyah
  • Universitas Terbuka

Sumber : Hasil olah DEA Dari tabel 5 tersebut telihat bahwa Universitas Muhammadiyah dan Universitas  Baiturohman merupakan refrensi paling banyak 3 universitas. Selanjuntya UNP Padang dengan 2 universitas dan Universitas Andalas dan Universitas Terbuka masing-masing satu universitas. Universitas rujukan merupakan benchmark yang terbaik bagi universitas yang merujuknya.   Hal ini disebabkan Universitas benchmark tersebut merupakan universitas yang paling memiliki  kedekatan dalam  indikator input maupun output.  Sehingga dengan demikian, banyak rujukan pada universitas yang efisien tidak menunjukan bahwa universitas tersebut merupakan yang paling efisien dan terbaik. Projection Efisiensi DMU Indikator Input jumlah mahasiswa Hasil analisis DEA-Solver Pro5.0/ BCC(BCC-O), Proyeksi efisiensi DMU jumlah Mahasiswa tahun 2007 seperti pada tabel 6. Tabel 6 Data dan Projention Jumlah Mahasiswa 2007

DMU  I/O 1/Score Data Projection Difference %
Universitas Andalas 24317 24317 0 0.00%
UNP Padang 27997 27997 0 0.00%
IAIN Imam Bonjol 5660 5660 0 0.00%
Universitas Bung Hatta 6059 6059 0 0.00%
Universitas Ekasakti 1311 1311 0 0.00%
Universitas Muhammadiyah 909 909 0 0.00%
Universitas Taman Siswa 892 892 0 0.00%
Universitas Putra Indonesia YPTK 7765 7765 0 0.00%
Universitas  Baiturohman 1729 1729 0 0.00%
Universitas Terbuka 13426 13426 0 0.00%

Sumber : Hasil olah DEA Berdasarkan  tabel  6 tersebut di atas, data jumlah mahasiswa tahun 2007 dan proyeksi hasil DEA adalah  sama.  Hal ini berarti bahwa data jumlah mahasiswa 2007 pada setiap DMU sudah dalam katagori relative  efisien. Indikator Input jumlah dosen Hasil analisis DEA-Solver Pro5.0/ BCC(BCC-O), Proyeksi efisiensi DMU jumlah dosen tahun 2007 seperti pada tabel 7. Tabel 7 Data dan Projention Jumlah Dosen 2007

DMU  I/O 1/Score Data Projection Difference %
Universitas Andalas 1959 1959 0 0.00%
UNP Padang 949 949 0 0.00%
IAIN Imam Bonjol 483 473.08 -9.92 -2.05%
Universitas Bung Hatta 268 268 0 0.00%
Universitas Ekasakti 131 80.99 -50.01 -38.18%
Universitas Muhammadiyah 5 5 0 0.00%
Universitas Taman Siswa 100 99.95 -5.08E-02 -0.05%
Universitas Putra Indonesia YPTK 202 202 0 0.00%
Universitas  Baiturohman 160 160 0 0.00%
Universitas Terbuka 9 9 0 0.00%

Sumber : Hasil olah DEA Berdasarkan  tabel  7 tersebut di atas, data dosen tahun 2007 dan proyeksi hasil DEA menunjukan bahwa tujuh universitas telah efisien dan tiga universitas belum efisien.  Universitas yang belum efisien adalah  IAIN Imam Bonjol, Universitas Ekasakti dan Universitas Taman Siswa. IAIN Imam Bonjol tahun 2007 memiliki jumlah dosen 283 orang sedangkan jumlah proyeksi yang efisien adalah 273 orang sehingga perlu dilakukan pengurangan dosen sebanyak 10 orang. Universitas Ekasakti tahun 2007 memiliki jumlah dosen 131 orang sedangkan jumlah proyeksi yang efisien adalah 80 orang sehingga perlu dilakukan pengurangan dosen sebanyak 50 orang. Sedangkan Univesitas Taman Siswa memiliki perbedaan yang sangat kecil antara data 2007 dan proyeksi  DEA sehingga dapat dikatakan dalam katagori efisien. Indikator Output jumlah lulusan Hasil analisis DEA-Solver Pro5.0/ BCC(BCC-O), Proyeksi efisiensi DMU jumlah lulusan  tahun 2007 seperti pada tabel 8. Tabel 8 Data dan Projention Jumlah Lulusan 2007

DMU  I/O 1/Score Data Projection Difference %
Universitas Andalas 5882 5882 0 0.00%
UNP Padang 5912 5912 0 0.00%
IAIN Imam Bonjol 1304 1352.38 48.38 3.71%
Universitas Bung Hatta 789 1288.84 499.84 63.35%
Universitas Ekasakti 228 255.78 27.78 12.18%
Universitas Muhammadiyah 119 119 0 0.00%
Universitas Taman Siswa 104 104 0 0.00%
Universitas Putra Indonesia YPTK 739 1443.40 704.40 95.32%
Universitas  Baiturohman 398 398 0 0.00%
Universitas Terbuka 1334 1334 0 0.00%

Sumber : Hasil olah DEA Berdasarkan  tabel  8 tersebut di atas, data lulusan tahun 2007 dan proyeksi hasil DEA menunjukan bahwa enam  universitas telah efisien dan empat universitas belum efisien.  Universitas yang belum efisien adalah  IAIN Imam Bonjol, Universitas Bung Hatta, Universitas Ekasakti dan Universitas Putra Indonesia YPTK. IAIN Imam Bonjol tahun 2007 memiliki jumlah lulusan 1304 orang sedangkan jumlah proyeksi yang efisien adalah 1352 orang sehingga perlu dilakukan peningkatan lulusan sebanyak 48 lulusan. Universitas Bung Hatta tahun 2007 memiliki jumlah lulusan 789 orang sedangkan jumlah proyeksi yang efisien adalah 1289 orang sehingga perlu dilakukan peningkatan lulusan sebanyak 500 lulusan. Universitas Ekasakti tahun 2007 memiliki jumlah lulusan 228 orang sedangkan jumlah proyeksi yang efisien adalah 256 orang sehingga perlu peningkatan sebanyak 28 lulusan. Sedangkan Univesitas Putra Indonesia YPTK tahun 2007 memiliki jumlah lulusan 739 orang sedangkan jumlah proyeksi yang efisien adalah 1443 orang sehingga perlu peningkatan sebanyak 704  lulusan. Penutup Berdasarkan analisa DEA tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa enam universitas di Kota Padang telah efisien dan empat universitas tidak efisien. Selanjuntya, lima dari enam universitas yang efisien menjadi referensi yakni  Universitas Andalas, UNP Padang, Universitas Muhammadiyah, Universitas  Baiturohman, dan  Universitas Terbuka. Daftar Pustaka

  1. Kota Padang dalam Angka 2007, BPS Kota Padang, 2008
  2. Kota Padang dalam Angka 2006, BPS Kota Padang, 2007
  3. http://www.padang-today.com/?today=news&d=8&id=9389
  4. http://mixingblogging.blogspot.com/2009/01/pengertian-evaluasi-pendidikan.html
  5. http://www.wikipedia.com

[1] Peneliti pertama Pusat Kajian Kinerja Kelembagaan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 31, 2010 in Uncategorized

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: