RSS

INOVASI, MENANG & HIDUP ( Menjadi Pemenang atau Pecundang)

02 Apr

Dalam era persaingan yang semakin keras, “setiap petarung” baik secara individu, kelompok atau organisasi berusaha untuk menjadi “pemenangnya”. Dan di era digital yang tidak terbatas ruang dan waktu, inovasi menjadi “mantra dan senjata”yang sangat ampuh untuk mengalahkan para kompetitornya, secara individu, bisnis maupun negara. Inovator-inovator paling hit antara lain Steve Jobs pendiri Apple, Mark Zuckerberg pendiri facebook dan Tirto Utomo pendiri Aqua Indoensia dan masih bayak lagi. Secara individu maupun corporate, mereka telah menjadi pemenang dan penguasa didunianya masing-masing.

Tidak dapat berinovasi artinya kalah dan mati. Untuk hal ini sebaiknya kita bisa melihat danmenyaksikan bagaimana persaingan dan pertempuran para perusahaan multinasional. Sebagai contoh Perusahaan Multinasional dengan Brand ”Kodak”, pada era sebelum tahun 1990-an, Kodak menguasai pasar dunia bahkan sampai 90%. Sehingga akhirnya Kodak mampu merubah Bahasa “kamera adalah Kodak”. Namun pada awak 1990-an menjadi awal keruntuhan Kodak dengan lahirnya fotografi dan printer digital, dan sampai akhirnya perusahaan yang didirikan George Eastman yang telah berdiri tegak selama 120 harus tumbang dan bangkrut. Contoh lainnya, kita tentunya masih ingat pada era 90-an awalnya masuknya handphone masuk Indonesia, Nokia menjadi raja dan bahkan para pengguna merasa belum menggunakan handphone kalau bukan nokia. Nasibnya hampir sama dengan Kodak, Nokia harus tumbang setelah muncul Blackberry dengan senjata Blackberry Massager atau sering dikenal dengan BBM. Dan sudah menjadi sunatullah mulai awal tahun 2012, Bleckbarry mulai digantikan oleh Android dan iOS dengan berbagai inovasinya yang lebih dasyat.

Dalam kontek Negara, Persaingan yang dilakukan individu dan corporate sangat berpengaruh pada competititifness negara tersebut. Ini bisa dilihat pergeseran kiblat inovasi yang dihasilkan individu maupun corporate, mulai dari Amerika dan Eropa bergeser ke Jepang, beralih ke Korea Selatan, Cina dan seterusnya. Intinya, pemenang dalam persaingan tersebut adalah mereka yang mampu selalu mampu menciptakan produk baru, berkualitas dan ekonomis atau berinovasi. Sedangkan pecundang adalah mereka yang menjadi follower atau pengekor serta menjadi tempat pemasaran produk. ( Veteran 10, 01042014 )

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 2, 2014 in Inovasi

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: